Indonesia : Negara tercepat pertumbuhan ekonominya di Asia Tenggara

Ketika GNFI memposting Indonesia sebagai Negara dengan pertumbuhan ekonomi tecepat di kuartal pertama tahun 2009 di Asia tenggara, banyak yang mengirimkan email, bahwa Vietnam akan mampu melewati Indonesia di kuartal kedua. (Q2). Tapi terbukti, Indonesia, tetap menjadi Negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia tenggara. Ekonomi Indonesia meningkat 4 % di kuartal kedua, sebagian karena pemilu yang damai dan juga suku bunga yang rendah.

Temukan sumber artikelnya di sini.


Artikel ini sudah saya alihbahasakan ke bahasa Indonesia dari Artikelnya dalam bahasa Inggris yang berjudul "
Indonesia Expanded at Fastest Pace in Southeast Asia "



Indonesia : Negara tecepat pertumbuhan ekonominya di Asia Tenggara.

by Aloysius Unditu and Mike Munoz


Jakarta, capital city of Indonesia

Ekonomi Indonesia meningkat 4 persen di kuarter kedua, yang merupakan tertinggi di Asia tenggara, hal ini disebabkan oleh bunga bank yang rendah dan terpilihnya kembali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membangkitkan angka konsumsi.

GDP (Gross domestic product) tumbuh lebih cepat 3,8 persen dari prediksi 17 ekonom di sebuah survey yang diadakan oleh Bloomberg, dibandingkan 4,4 persen yang didapatkan 3 bulan yang lalu, Biro Statistik Pusat berkata.

Jasa, Konstruksi, dan manufaktur membantu Indonesia mendapatkan US$513 milyar untuk mempertahankan ekonominya di tengah badai resesi global dan ancaman teroris bulan juli yang lalu. Permintaan Domestik dan masuknya investor asing membuat rupiah meningkat 12 % tahun ini, yang merupakan peningkatan terbesar di antara mata uang Asia lainnya, dan Jakarta Composite Index adalah yang terbaik kedua di Asia.

“ Pertumbuhan yang lebih tinggi daripada yang diharapkan para ahli dan pemerintah merupakan sinyal kuat kepada para investor bahwa ekonomi Indonesia tetap kuat “ ucap Purbaya Yudhi Sadewa, kepala ekonom PT Danareksa Sekuritas di Jakarta, yang meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berkembang 4,8 persen tahun ini. “angka angka ini menunjukkan bahwa ekonomi kita sedikit berantakan hanya di kuarter pertama”

Rupiah Indonesia naik 0,4 % menjadi Rp.9.930 terhadao US dollar pada jam 3:03 di Jakarta dan merupakan performa terbaik tahun ini diantara mata uang Asia Pasifik lainnya seperti yang diberitakan oleh Bloomberg. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia,yang sudah mencapai 76 persen tahun ini, naik 1,7 persen.

Kepercayaan konsumen di Indonesia meningkat pada bulan Juli hingga mencapai angka tertinggi sejak Desember 2004. Hal ini menurut Bank Indonesia adalah karena Indonesia Berhasil melaksanakan Pemilihan Umum yang damai.

17 hari setelah akhir kuarter kedua, terjadi bom bunuh diri di hotel JW Mariott dan Ritz Carlton di Jakarta in Indonesia’s first terrorist attack since 2005. Pada tanggal 8 Agustus, Polisi sudah membunuh 3 teroris dan menggagalkan usaha teroris untuk menyerang kediaman presiden dan istana Negara.

Usaha pihak berwenang untuk memutus jaringan teroris dan membebaskan Indonesia dari serangan teroris membuat nama Presiden menjadi naik.



Bank Komersial

Besarnya Angka konsumsi di Negara terbesar ekonomi di Asia tenggara ini dipicu oleh rendahnya bunga pinjaman yang ditawarkan oleh Bank, yang mana Bank Indonesia sudah menurunkan tingkat suku bunga sejak bulan Desember, yang membuat bank sentral Negara ini disebut sebagai “ yang teragresif di Asia tenggara”, menurut Chetan Ahya, seorang ekonom dari Morgan Stanley di Singapura.

Tingkat Komsumsi meningkat 4,8 persen di kuarter ini, biro statistic berkata, Konsumsi pemerintah meningkat 17 persen, sementara sektor jasa tumbuh cepat dengan kisaran 7,4 persen.

Pinjaman bank Komersial Indonesia meningkat 1.399 trilyun rupian (US$ 135,25 milyar) di bulan Mei, dari 1,325 trilyun rupiah di awal Januari, sesuai dengan data terbaru dari bank sentral Indonesia.

Penjualan Mobil meningkat 10 persen dari 100.263 unit menjadi 109.989 unit dalam 3 bulan terakhir hingga bulan Juni di kuartal pertama, menurut Asosiasi Industri Otomotif Indonesia
Permintaan meningkat

Ekonomi Indonesia terselamatkan dari kondisi terburuk resesi global diakibatkan Peningkatan permintaan domestik, Calon Wakil presiden terpilih , Boediono berkata di Singapura pada tanggal 28 Juli bahwa Ekonomi Indonesia tahun ini diharapkan akan meningkat sekitar 4 %, dia menambahkan.

“ Kita sudah melewati kondisi terburuk dari badai krisis global,” Boediono berkata. “ Sekarang kita sedang melihat cahaya yang terang di dalam gelapnya terowongan.”

Pemerintah merencanakan untuk melongarkan kebijakan untuk meningkatkan investasi di Indonesia dan juga berusaha untuk meningkatkan infrastruktur di 100 hari pertama pemerintahan yang baru, dia berkata.

Pemerintahan Yudhoyhono yang baru direncanakan akan dimulai pada tanggal 20 Oktober, Presiden Yudhoyono sebulan yang lalu terpilih kembali dengan jumlah suara lebih dari 60 persen dari 176 juta suara nasional.



Pendapatan yang didapat dari pertanian Indonesia meningkat 5,2 persen dalam 6 bulan dari Desember hingga bulan Juni, sesuai dengan index yang diberikan oleh biro statistik.

Minyak Sawit meningkat 37 persen tahun ini, setelah sebelumnya menurun 52 persen. Harga karet yang dikirim melalui Kapal dari Belawan, Pelabuhan terbesar di Sumatera, meningkat 44 persen tahun ini, setelah sebelumnya menurun 55 persen. Indonesia adalah produsen terbesar minyak sawit dan produsen kedua terbesar karet

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di kuarter kedua ini merupakan terbaik di Asia tenggara diikuti Vietnam, yang meningkat 3,9 persen di periode yang sama. Ekonomi Singapura menurun 3,7 persen dan Bank sentral Thailand meramalkan penurunan GDP Thailand 5,4 persen di kuarter kedua.

Indonesia sudah membuktikan bahwa ekonomi Indonesia adalah yang terkuat di kawasan Asia tenggara saat ini selama krisis global “ ucap David Cohen, seorang ekonom dari Action Economics di Singapura “ Peningkatan permintaan ekspor global seharusnya akan membantu mepertahankan kondisi Indonesia saat ini”

To contact the reporters on this story: Aloysius Unditu in Jakarta at aunditu@bloomberg.net;

0 komentar:

Posting Komentar