Masa depan Reformasi Ekonomi Indonesia Setelah Kemenangan SBY

saya mendapat artikel ini di Economy Watch



sudah saya alihbahasakan ke bahasa Indonesia dari artikel aslinya yang berbahasa Inggris yang berjudul "The Future of Economic Reforms in Indonesia after SBY Wins Landslide"

Masa depan Reformasi Ekonomi Indonesia Setelah Kemenangan SBY




Jakarta, 4 Agustus 2009. Dengan terpilihnya kembali Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden periode berikutnya, didukung oleh dukungan kuat partainya yang ada di parlemen, meningkatkan harapan bahwa Ekonomi Indonesia akan bergerak ke arah yang lebih baik.

hal ini bukan perkara yang gampang. Indonesia, Negara yang memiliki 17,508 pulau, 300 suku bangsa yang berbeda baik dari segi bahasa maupun budaya, dan juga populasi penduduk lebih dari 237 juta, sudah lama menderita akan budaya korupsi yang kronik, instabilitas sosial dan budaya, dan kesenjangan ekonomi. Kemakmuran ekonomi hanya dinikmati oleh segelintir orang saja, membuat orang-orang miskin Indonesia bertanya-tanya dimana sumber daya alam Indonesia yang melimpah ini pergi.

Hal ini merupakan tantangan yang sangat besar yang perlu kita hadapi, tapi Presiden Yudhoyono, yang dikenal di Indonesia sebagai SBY, sudah berhasil berkat tangan dinginnya melakukan reformasi ekonomi, yang walaupun cukup lambat, patut kita akui bersama. Komisi anti Korupsi yang dibentuknya, cukup berhasil dalam memberantas korupsi di tubuh DPR dan Polisi, 2 lembaga yang dianggap terkorup di Indonesia. Dengan diangkatnya kembali SBY sebagai presiden, diharapkan komisi pemberantasan korupsi (KPK) akan semakin berkembang dan menancapkan giginya untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Dulunya, Pemerintah Indonesia selalu dilindungi oleh para kaum Militer, seperti zaman Presiden Soeharto. Lawan terbesarnya megawati, yang merupakan warisan dari era sebelumnya, juga memilih seorang mantan jenderal Prabowo Subianto Sebagai calon wakil presiden.

Yudhoyono sendiri sebenarnya adalah Jenderal di era Soeharto, tapi dia sudah memutuskan untuk menjauhkan dirinya dari militer dan sekarang memilih untuk fokus memperkuat ekonomi Indonesia dan juga membiarkan militer Indonesia agar tetap independen dan netral. Inilah yang dijanjikan oleh beliau ketika berkampanye pada pemilihan bulan Juli kemarin. Konsekuensinya, semua mata sekarang tertuju padanya dan partainya, bagaimana cara mereka menarik investor asing, membangun infrastruktur Indonesia, dan melanjutkan pertumbuhan ekonominya.

Seolah-olah ingin menekankan kembali akan komitmennya meningkatkan ekonomi Indonesia, SBY memilih Boediono sebagai calon wakil presidennya, yang merupakan mantan Gubernur bank Indonesia. Boediono berucap akan berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan GDP rata-rata 7 % per tahun selama 5 tahun ke depan. Pertumbuhan ini akan mengurangi pengangguran 8,1 % di tahun 2009 menjadi 5 hingga 6 %. Kemudian beliau juga menambahkan,untuk menarik investor asing dan mengurangi korupsi, Boediono menargetkan untuk meningkatkan keamanan sosial dan juga meningkatkan komsumsi domestik dan memutuskan kemiskinan - kira-kira 32 juta orang Indonesia hidup hanya dengan 70 persen US dolar/hari, yang tentu saja memerlukan bantuan

Investasi asing sebenarnya adalah kunci untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi.Banyak Perusahaan asing tidak mampu mengatasi iklim bisnis Indonesia dan tidak mengerti budaya korupsi yang sering dijalankan di Indonesia

Setelah Krisis Finansial Asia tahun 1997-1998, IMF masuk dan berusaha untuk merubah struktur dan sistem finansial Indonesia. IMF sangat dibenci di Indonesia dan juga semua negara di Asia, sehingga Indonesia berusaha untuk membayar hutanngnya ke IMF lebih cepat, dan bangsa Indonesia bersumpah untuk tidak akan lagi meminjam uang ke pihak asing lagi. Hal inilah yang menyebabkan INdonesia mampu mendapatkan devisa 40milyar US dollar, yang akhirnya menjadi tameng bagi Indonesia, menghadapi krisis global berikutnya.



Pengalaman yang didapat setelah krisis ekonomi membuat Indonesia mampu meletakkan posisinya di tempat yang lebih baik dibandingkan negara-negara tetangganya dalam menghadapi badai krisis global kali ini.

harga Komoditi ekspor yang cukup tinggi antara thaun 2004-2007 juga membantu Indonesia menghadapi krisis ekonomi. dan karena Sektor ekspor hanya menyumbang 20% dari GDP, Indonesia tidak terlalu terkena imbasnya ketika Negara barat ,yang menderita akibat krisis global, menghentikan ekspor dari Indonesia. Sekali lagi, tidak seperti negara Asia lainnya Sperti Singapura, Jepang dan Korea yang betul-betul mengantungkan ekonominya di sektor ekspor.

Komsumsi domestik sepertinya merupakan kunci ekonomi Indoesia dan sekali lagi merupakan bukti bahwa pasar domestik adalah basis ekonomi yang paling reliable bagi Indonesia yang memiliki populasi 237 juta penduduk.

turunnya harga BBM juga membantu masyarakat mengatasi harga barang pokok yang makin tinggi. Secara keseluruhan, menurut IMF,Indonesia diprediksi akan memiliki pertumbuhan ekonomi 3,5% tahun ini. SBY berkata dia berharap GDP akan tumbuh 5 % pada tahun 2010, yang mana sangat luar biasa dan tentu saja bisa dicapai oleh Indonesia.

Tahun ini, APBN juga dirancang untuk meningkatkan anggaran untuk infrastruktur dan reformasi pelayanan publik, area yang mana sudah lama ditinggalkan oleh bangsa ini. Anggran untuk Pendidikan juga dinaikan, juga diusahakan untuk memberantas buta huruf di beberapa pulau-pulau kecil di Indonesia. anggaran militer juga dinaikkan, tapi cukup seimbang sepanjang kaum militer tetap berada di baraknya dan tetap mendukung ekonomi Indonesia

Walaupun serangan teroris belakangan ini menunjukkan bagaimana rapuhnya Indonesia dari sisi politik, tetapi respons pemerintah yang sangat cepat dalam menangani Citibank menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tidak akan terpengaruh oleh serangan bom.

Walaupun Indonesia memiliki banyak resiko, Tapi Bank Dunia optimis Indonesia akan menjadi pemenang dalam krisis global kali ini. Ratusan juta penduduk dunia dan investor semua menantikan SBY untuk membuktikan bahwa perkataan Bank Dunia itu benar.

Dwayne Ramakrishnan, EconomyWatch.com




"Saya yakin Indonesia akan tetap Maju dan menjadi bangsa yang bermartabat.."
"ya...saya optimis akan hal itu, gan..."


0 komentar:

Posting Komentar